Makanan Khas Daerah Istimewa Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang akan membuat siapapun rindu untuk kesana. Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pelajar dan budaya memang selalu bisa menggaet wisatawan lokal maupun mancanegara. Keberagaman budaya dan tradisi yang masih terasa kental, berbagai tempat wisata menarik hingga kulinernya yang tak kalah lezat merupakan faktor utamanya. Bahkan jika berkunjung ke Jogja tidak ada yang bisa melewatkan makanan khas Jogja yang kaya akan rasa dan sungguh menggungah selera.

Mungkin kebanyakan orang hanya mengenal Gudeg saja yang menjadi makanan khas dari Jogja. Padahal masih banyak makanan makanan lezat disana yang sangat cocok untuk dijadikan wisata kuliner ketika berkunjung ke Jogja. Ada banyak makanan khas yang terkenal dan memang memiliki rasa yang nikmat. Meskipun ada yang tampilannya terlihat sederhana, namun jika soal rasa tidak bisa terelakkan begitu saja. Ulasan berikut ini akan mengajak kita semuanya untuk berkenalan dengan kuliner di Jogja dan semoga bisa memberikan referensi kira-kira makanan mana yang ingin anda coba.

Ciri Khas Makanan Yogyakarta

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas pada masakannya. Hal ini tentunya ada banyak faktor yang mempengaruhi, begitu juga dengan kota Jogja dimana terkenal dengan rasa makanannya identik dengan rasa yang manis. Hal ini sebenarnya tidak hanya di Jogja, hampir seluruh Jawa Tengah juga memiliki ciri khas rasa satu ini, karena memang kedua provinsi ini berdekatan. Bahkan ketika anda mengunjungi kota Jogja, ketika memesan teh hangat maka akan mendapatkan satu gelas teh hangat yang manis.

Berbeda dengan Jawa Barat ketika memesan teh hangat saja akan mendapatkan rasa yang tawar. Sehingga harus jelas ketika memesan teh hangat, ingin tawar atau ingin manis. Rupanya perbedaan ini ada alasan yang melatarbelakanginya. Pada masa penjajahan, Jogja dan Jawa Tengah termasuk daerah yang menghasilkan tebu dalam jumlah banyak. Bisa dikatakan tanam paksa, yang membuat mereka kelaparan karena semua lahannya digunakan untuk tebu.

Sehingga masyarakat terbiasa dengan rasa manis manis dan bahkan menjunjung tinggi karena bertahan hidup dengan tebu. Dan rasa manis ini juga menjadi ciri khas makanan khas Jogja. Meskipun ada rasa yang lain seperti gurih atau sedikit pedas, namun rasa manisnya tetap tidak dihilangkan. Rasa manis yang menjadi ciri khas ini ternyata juga membuat rasa masakan atau jajanan tradisionalnya tak kalah lezat dan wajib untuk dijajal ketika ke Jogja.

Daftar Makanan Khas Kota Jogja

1. Sate Klatak

Mendengar namanya banyak yang mengira jika sate klatak terbuat dari katak. Sekilas namanya memang mirip dengan katak tetapi bukan. Sate klatak ini berbahan dasar daging kambing yang masih mudah. Daging kambing ini akan ditusuk menggunakan jeruji besi berbeda dengan yang biasanya menggunakan tusuk bambu. Sebelumnya daging akan diberikan bumbu rempah sederhana seperti garam dan juga ketumbar.

Dan menariknya tusukan sate ini dipilih dari jeruji sepeda, pemilihan ini tentunya bukan tanpa alasan. Jeruji besi merupakan penghantar panas yang baik, sehingga nantinya daging bisa matang dengan sempurna hingga bagian dalam daging. Nama sate klatak sendiri konon didapatkan dari suara daging yang dipanggang akan menimbulkan suara klatak klatak. Sebab sebelum dibakar daging akan ditaburi garam sehingga bisa mengeluarkan bunyi tersebut.

Ada salah satu penjual sate klatak di Jogja yang memang sudah terkenal bahkan sudah ada sejak tahun 1946 silam. Warung sate ini bernama warung sate Mbah Ambyah yang letaknya di bawah pohon melinjo. Kemudian ketika Mbah Ambyah berpulang, usaha ini diteruskan oleh keturunanya. Saat ini warung ini sudah berubah menjadi pasar Jejeran, dan memang daerah inilah makanan khas Jogja ini bisa anda temui dengan mudah.

Terutama ketika penggemar sate klatak semakin meningkat, maka sekitaran jalan ini banyak sekali penjual sate klatak. Dalam penyajiannya, sate klatak akan disajikan dengan kuah gulai, nasi hangat dan tentunya kecap. Untuk menambah rasa pedas biasanya ditambahkan dengan potongan cabe rawit. Mengunjungi Jogja, jangan sampai melewatkan menikmati sate yang unik namun memiliki cita rasa yang nikmat ini.

2. Tiwul

Tiwul merupakan makanan khas Kota Jogja yang sangat populer. Bahkan hingga daerah lain di Indonesia tepatnya di kota kota Pulau Jawa. Tiwul termasuk dalam golongan jajan pasar yang rasanya bisa terima oleh lidah orang Indonesia dengan baik. Inilah kemudian yang menjadikan alasan mengapa penggemar tiwul datang dari berbagai kalangan. Tiwul terbuat dari singkong yang mengalami proses panjang hingga kemudian menjadi gaplek.

Setelah menjadi gaplek maka ditumbuk atau dihaluskan baru kemudian dikukus. Dan inilah yang nantinya dinamakan dengan tiwul. Karena terbuat dari singkong maka makanan satu ini sangat mengenyangkan. Zaman dahulu ketika beras begitu mahal, tiwul ini menjadi makanan pokok untuk dinikmati dengan berbagai lauk. Namun kini menjadi jajanan pasar yang memiliki rasa nikmat dan banyak diburu oleh masyarakat.

Hingga kini jika ingin menikmati tiwul sebagai nasi juga masih bisa temukan. Nasi tiwul akan semakin nikmat disajikan dengan sambal, urap urap serta ikan asin. Tetapi jika dinikmati sebagai jajanan, maka akan disajikan dengan gula merah serta kelapa parut. Kedua cara penyajian ini sama sama memiliki rasa yang nikmat. Untuk jajanan biasanya anda bisa menemukan di pasar tradisional atau tempat keramaian di pagi maupun sore hari.

3. Jadah Tempe

Makanan khas Jogja selanjutnya yang juga harus anda jajal adalah jadah tempe. Makanan ini berasal dari daerah Sleman, Jogja lebih tepatnya di daerah lereng Gunung Merapi. Jadah tempe merupakan makanan tradisional yang menggabungkan tempe dengan jadah. Jadah adalah jajanan yang terbuat dari ketan putih dengan rasa yang gurih. Perpaduan rasa gurih dari ketan dengan tempe bacem ini akan membuat siapapun ketagihan.

Dahulu, Jadah Tempe merupakan panganan yang menjadi favorit Sultan Hamengkubuwono IX. Makanan satu ini juga tidak lepas dari sejarahnya yang panjang, mengingat jadah tempe biasanya dikonsumsi masyarakat desa. Kemudian mulai dikenal ketika Sastro Dinomo atau yang dikenal dengan Mbah Carik ini menjualnya sejak 1950an. Dan makin tersohor selepas dicicipi oleh Sultan Hamengkubuwono IX. Dari sinilah kemudian makanan yang sederhana populer di Jogja.

Jadah tempe biasanya dibungkus menggunakan daun pisang. Cara menikmatinya denagn menumpuk jadah dan tempe dalam satu tangkup. Beberapa juga ada yang menyusunnya menjadi seperti burger. Untuk menambah rasa nikmat disediakan juga cabe rawit sebagai temannya. Jadah tempe kini menjadi ikon kuliner dari daerah Kaliurang. Sehingga jika anda berada di daerah Kaliurang jangan lupa untuk menjajal sendiri kelezatan kuliner satu ini.

4. Lotek Teteg

Makanan satu ini sekilas memang mirip dengan gado gado. Kelezatan yang dimiliki oleh Lotek Teteg membuat para pecinta kuliner memburunya. Dalam satu porsi Lotek Teteg berisikan aneka sayur seperti kacang panjang, bayam, mentimun dan juga daun seledri. Setelah itu ditambahkan dengan siraman kacang untuk membuat rasanya makin nikmat. Kuah kacang ini bisa direquest dengan tingkat kepedasan yang dikehendaki pembeli.

Perpaduan rasa gurih dan manis pada makanan khas Jogja ketika di mulut ini, akan membuat anda ketagihan. Loteg Teteg bisa dinikmati dengan nasi atau juga tidak menggunakan, semuanya dikembalikan pada selera anda masing masing. Penjual Lotek Teteg di Jogja cukup banyak, tetapi anda bisa berkunjung ke Jl. Argolubang. Konon rasa dari Lotek Teteg di warung satu ini sangat nikmat dan memang legendaris serta sangat populer.

5. Bakmi Jawa

Penggemar bakmi tidak boleh melewatkan bakmi khas Jogja yang memang terkenal dengan rasanya yang nikmat. Bakmi Jawa memiliki ukuran mie yang lebih besar jika dibandingkan dengan bakmi lainnya. Dan dalam satu porsi bakmi anda bisa menemukan berbagai tambahan bahan lainnya. Biasanya dalam sajian bakmi terdapat daging ayam dengan potongan besar, kembal kol atau sawi dan lain sebagainya.

Untuk membuat rasanya makin nikmat akan ditambahkan dengan bawang goreng pada atas satu porsi bakmi jawa. Uniknya, pembuatan bakmi Jawa masih menggunakan cara tradisional. Untuk memasaknya menggunakan tungku atau arang. Anda bisa menemukan penjual Bakmi ini di beberapa tempat keramaian di Jogja. Seperti di bagian tenggara Alun Alun Yogyakarta yang berderet penjual bakmi jawa dan bisa anda jajal langsung.

6. Belalang Goreng

Selain memiliki makanan yang enak, Indonesia juga memiliki berbagai menu makanan yang ekstrim. Di daerah Gunung Kidul, anda bisa menemukan makanan khas Jogja yang dinamakan Belalang Goreng. Serangga satu ini memang bisa dikonsumsi, dan yang dipilih untuk dibuat belalang goreng adalah jenis belakang kayu. Jenis satu ini sangat mudah untuk ditemukan di daerah Gunung Kidul diantara dahan pohon jati atau di semak semak.

Belalang goreng ini memiliki rasa seperti udang goreng dengan rasa gurih yang indentik. Selain gurih kandungan protein dalam belalang juga sangat tinggi. Teksturnya yang renyah membuat anda tidak mengira sedang makan belalang. Bumbu yang digunakan untuk belalang goreng juga terbilang sederhana, yakni bawang putih, garam, cabai dan ketumbar. Di daerah Gunung Kidul anda bisa dengan mudah menemukan olahan yang unik ini.

7. Bakpia Pathok

Selain gudeg makanan satu ini juga terkenal menjadi khas Jogja yang tak boleh dilewatkan. Bakpia yang berisikan kacang hijau dengan bungkus yang krispi ini memang memiliki rasa yang begitu lezat. Rasanya yang manis dan akan lumer di mulut selalu memberikan sensasi kenikmatan tersendiri. Inilah mengapa makanan satu ini tidak pernah absen dari daftar oleh oleh ketika berkunjung ke Jogja. Apalagi kini rasanya semakin bervariasi dan banyak pilihan.

Anda bisa membeli bakpia basah atau bakpia kering dengan isian mulai dari original yakni kacang hijau, durian, keju, coklat dan rasa lainnya. Makanan khas Yogyakarta yang terkenal ini bisa bertahan hingga 1 bulan untuk bakpia keringnya. Sementara untuk yang basah hanya bisa bertahan hingga waktu 1 mingguan. Selain bisa membeli bakpianya, anda juga bisa melihat proses pembuatannya jika mengunjungi sentra bakpia Pathuk.

8. Oseng Oseng Mercon Bu Narti

Bagi anda yang menyukai masakan dengan rasa pedas, maka oseng oseng mercon Bu Narti ini wajib untuk dijajal. Oseng oseng mercon adalah makanan khas dari Jogja yang rasanya sangat peas. Makanan satu ini pertama kali dibuat pada tahun 1997 oleh Bu Narti. Pada saat itu hanya berjualan di warung tenda yang lokasinya di pinggir jalan raya. Dengan nama dan rasanya yang unik, kemudian warung tenda milik Bu Narti ini dikenal dengan warung oseng oseng mercon Bu Narti.

Oseng mercon sendiri berisikan tetelan daging sapi atau yang juga disebut koyor. Tetelan ini ditumis menggunakan bumbu yang memiliki banyak cabe rawit sehingga rasanya pedas. Selain tetelan, di dalam oseng oseng mercon juga ditambahkan dengan daging ayam, ati ampela, kikil hingga jeroan. Rasanya yang pedas memberikan sensasi yang seperti terbakar di dalam mulut. Bagi anda yang tidak menyukai makanan pedas sebaiknya tak usah mencobanya.

Karena memiliki rasa yang amat pedas, oseng oseng mercon ini tidak bisa dinikmati sendiri. Sehingga biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, perpaduan rasa pedas, gurih dan pulennya nasi menjadi perpaduan yang pas. Di Jogja memang penjual oseng mercon tidak hanya Bu Narti, namun yang paling legendaris dan dikenal dengan rasanya adalah oseng mercon Bu Narti. Ada juga yang dikemas dalam bentuk kaleng sehingga bisa dibawa pulang.

9. Mangut Lele

Jogja selain memiliki banyak tempat wisata, juga menjadi surga kuliner. Selanjutnya makanan khas Jogja adalah Mangut Lele yang tak boleh anda lewatkan. Mangut Lele ini merupakan makanan dengan bahan dasar ikan lele yang dibumbu mangut. Mangut sendiri diracik dari berbagai bumbu dan rempah pilihan seperti bawang merah, jahe, lengkuas, cabai, bawang putih dan juga jahe. Bumbu inilah yang ditambahkan dalam ikan lele.

Ikan lele yang dimasak tidak digoreng, melainkan dibakar menggunakan sebilah bambu. Perpaduan bumbunya yang pas dan ikan lele bakarnya membuat mangut lele ini memiliki aroma yang menggoda. Sebelum ada mangut lele, ada ikan yang digunakan yakni Beong. Ikan satu ini bisa didapatkan di daerah sungai Progo, namun seiring jumlahnya yang menurun akhirnya digantikan dengan ikan lele yang tak kalah nikmat.

Dan di Jogja salah satu warung penjual mangut lele yang terkenal adalah Mangut Lele Mbah Marto. Hingga kini warung mangut ini tidak pernah sepi pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Bukan hanya karena rasanya yang akan membuat ketagihan, namun juga karena betapa ramahnya Mbah Marto. Jika anda sedang ada di Jogja, tidak ada salahnya mampir dan merasakan sendiri nikmatnya mangut lele yang legendaris ini.

10. Soto Kadipiro

Setiap daerah di Indonesia kebanyakan memang memiliki soto yang khas. Dan anda juga akan menemukan kuliner khas Jogja yang dikenal dengan nama Soto Kadipiro. Soto ini sudah ada sejak tahun 1921 dan hingga kini masih bisa anda temui. Yang membuat soto ini legendaris adalah racikan penyedapnya yang murni racikan sendiri. Dan inilah yang membuat rasa sotonya khas dan membuat anda ketagihan jika sudah mencicipinya.

Soto Kadipiro merupakan warung soto yang didirikan Bapak Karto Wijoyo. Dan di tahun 1972 ketika beliau berpulang soto ini dilanjutkan oleh keturunan beliau. Jika dilihat dari segi tampilan soto Kadipiro mirip dengan soto pada umumnya. Anda bisa menemukan isian berupa suwiran ayam, tauge dan juga penyedap seperti seledri dan bawang goreng. Soto satu ini memiliki kuah bening yang terlihat seperti sop namun rasanya luar biasa.

Menikmati nasi soto Kadipiro dengan lauk pendamping seperti perkedel, tempe bacem, sate dan tahu adalah yang terbaik. Menu satu ini bisa anda dapatkan di Jl. Wates yang memang bagian dari Cabang Soto Kadipiro. Menyantap satu porsi soto lengkap dengan tambahan kecap dan sambal pasti akan semakin nikmat. Dijamin setelah menikmatinya anda akan ketagihan dan bisa bisa menambah porsi lagi, saking nikmatnya soto Kadipiro ini.

11. Brongkos

Bagi anda yang ingin menikmati kuliner berkuah, Brongkos ini bisa menjadi pilihan. Kuliner satu ini cukup terkenal di Yogyakarta dengan kuahnya yang hitam. Sekilas Brongkos ini mirip dengan rawon yang ada di Jawa Timur. Yang membedakan kuah brongkos memiliki santan dan terdapat sayuran di dalamnya. Isian pada brongkos biasanya terdiri dari kacang tolo, telur, koyor dan telur. Hanya saja untuk telur dan koyor ini tergantung para penikmatnya.

Di Jogja sendiri penjual Brongkos sudah sangat banyak, namun yang paling terkenal adalah warung makan Bu Rini. Brongkos di tempat ini sudah ada sejak tahun 1973. Sehingga untuk rasanya tidak perlu diragukan lagi. Penyajian brongkos biasanya dengan nasi hangat. Rasanya yang gurih dan ada rasa pedasnya akan membuat anda ketagihan. Sebagai teman makan ada aneka lauk seperti perkedel, tempe goreng, peyek dan lauk pendamping lainnya.

12. Tengkleng Gajah

Pecinta daging kambing tentunya tidak asing dengan yang namanya tengkleng. Di Jogja ada tengkleng yang akan membuat wisata kuliner anda makin lengkap. Tengkleng Gajah adalah wisata kuliner Yogyakarta yang sering dikira dibuat dari daging gajah. Padahal dinamakan Tengkleng Gajah karena porsinya yang jumbo. Satu porsi tengkleng dengan isian daging, tulang kambing dan juga jeroan ini bisa dinikmati oleh dua orang saking banyaknya.

Bagi anda yang sedang ingin menikmati kudapan dengan kuah, maka Tengkleng ini bisa menjadi pilihan. Tengkleng Gajah ini tidak hanya memiliki porsi besar, namun juga memiliki rasa yang tidak mengecewakan. Olahan tulang daging kambing ukuran jumbo, dimana daginya masih menempel di luar tulangnya adalah yang terbaik. Belum lagi di dalam tulangnya memiliki sumsum tersembunyi yang tak kalah nikmat disantap.

Satu porsi tengkleng gajah dengan nasi hangat merupakan pilihan yang pas. Dagingnya yang lembut dengan rempah yang kaya akan membuat anda tak bisa berhenti mengunyah. Tak heran jika warung tengkleng Gajah di daerah Kaliurang ini tidak pernah sepi pengunjung. Meskipun untuk menikmatinya anda harus merogoh kocek cukup dalam, namun soal rasa tidak akan mengecewakan. Apalagi bisa dinikmati oleh dua orang satu porsinya.

13. Buntil

Buntil merupakan makanan tradisional yang bisa dengan mudah anda temui di Jogja dan sekitaran Jawa Tengah. Masakan khas Jogja ini terbuat dari sayuran atau daun tumbuhan seperti daun singkong, keladi atau pepaya. Biasanya dijajakan dengan memisah buntil dan sayurnya. Buntil ini umumnya akan dijadikan sebagai lauk sehari hari dan harganya terbilang terjangkau. Di dalam daun tersebut terdapat teri yang dicampurkan dengan parutan kelapa.

Setelah itu barulah adonan teri ini dibungkus dengan daun pepaya atau daun singkong. Paling banyak ditemui adalah penggunaan daun pepaya. Jika sudah dibungkus, buntil kemudian akan direbus dengan menggunakan air santan. Dalam rebusan santan ini juga ditambahkan dengan rempah rempah dan bumbu pilihan. Untuk menambah rasa pedas biasanya ditambahkan dengan cabe utuh di dalam kuahnya.

Perpaduan bumbu di dalam buntil dan di kuahnya inilah yang membuat rasanya istimewa. Rasa gurih dan pedas yang nikmat membuat siapa saja pasti menyukai makanan satu ini. Tekstur buntilnya sendiri sangat lembut dan lunak ketika masuk ke mulut. Buntil sangat cocok disantap dengan nasi putih hangat. Meskipun olahan ini terbilang sederhana, namun soal rasa adalah yang istimewa dan anda harus menjajalnya ketika ke Jogja.

14. Yangko

Jajanan tradisional di Jogja tidak kalah enak dan harus diburu oleh pecinta kuliner. Salah satu makanan khas Jogja selain Gudeg adalah Yangko. Jajanan satu ini pantas untuk menjadi makanan yang bisa dijadikan oleh oleh sekaligus wisata kuliner. Yangko berbahan dasar tepung beras dengan tekstur yang kenyal. Jajanan satu ini memiliki rasa manis yang bentuknya kotak dengan kacang sebagai isian dalamnya.

Sehingga ketika dikunyah akan ada perpaduan manis dan juga gurih dari kacangnya. Zaman dahulu jajanan ini hanya disuguhkan dan bisa dinikmati oleh kalangan raja serta priyayi. Jikapun masyarakat biasa bisa menikmatinya harus merogoh kocek yang dalam. Makanan legit ini dipercaya sebagai makanan yang dijadikan bekal oleh Pangeran Diponegoro saat bergerilya. Inilah juga alasan mengapa yangko ini tahan lama serta tidak mudah basi.

Kini, Yangko adalah jajanan tradisional yang sangat mudah ditemukan dan bisa dinikmati semua kalangan. Anda bisa menemukan jajanan yang manis ini di sekitaran Malioboro. Dengan harga yang terbilang terjangkau, dan hadir dengan berbagai varian. Selain di Malioboro, anda juga bisa mendapatkan di toko oleh oleh terdekat. Yangko ini bisa dijadikan sebagai alternatif buah tangan selain jajanan yang sudah terkenal lainnya.

15. Gatot

Kuliner satu ini memang tidak hanya bisa dijumpai di Jogja saja, namun juga di daerah Jawa lainnya. Namun meskipun begitu makanan satu ini harus anda jajal ketika mengunjungi Jogja. Gatot merupakan jajanan pasar yang terbuat dari ketela. Rasanya manis dan legit ketika sudah masuk ke dalam mulut. Gatot ini biasanya disandingkan dengan Tiwul. Cara penyajiannya hampir sama dengan menambahkan kelapa parut dan dibungkus daun pisang.

Jika anda ingin menikmati makanan khas Yogyakarta ini, paling banyak ditemukan di daerah Gunung Kidul. Panganan ini biasanya dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Meskipun makanan satu ini terlihat sederhana namun untuk memprosesnya membutuhkan waktu yang panjang. Sebab gatot terlebih dahulu harus difermentasi hingga warnanya hitam kecoklatan. Jika bahan sudah melalui proses fermentasi maka tinggal dikukus dengan gula merah agar manis.

16. Mie Lethek

Olahan mie khas Jogja memang selalu menghadirkan cita rasa yang tidak bisa ditolak. Selain bakmi, anda juga harus mencicipi mie Lethek. Mie Lethek ini merupakan mie yang diproduksi sendiri oleh masyarakat Bantul, tepatnya di Srandakan. Mie Lethek ini dibuat dari bahan gaplek dan juga tepung tapioka. Dari segi tampilan mungkin memang tidak begitu menarik, namun soal rasa jangan ditanya pasti akan membuat ketagihan.

Untuk mengolahnya biasanya dijadikan sebagai mie goreng dan juga mie rebus. Warna mie ini cenderung kecoklatan yang terlihat kotor. Inilah yang membuat namanya mie lethek, karena memang proses pembuatannya juga masih tradisional. Tidak menggunakan bahan kimia dan tidak ada pewarna buatan sehingga sangat aman untuk dikonsumsi. Agar rasanya makin nikmat biasanya ditambahkan dengan sawi, telur ayam atau bebek dan suwiran ayam.

17. Bakmi Shibitsu

Masih seputar mie, di Jogja juga masih ada olahan mie yang terkenal. Nama kuliner khas Jogja ini adalah Bakmi Shibitsu. Terutama bagi anda penggemar bakmi, jangan sampai melewatkan bagaimana rasa olahan mie satu ini. Kedai Bakmi Shibitsu ini sudah berdiri dari 25 tahun yang lalu. Hingga kini pelanggannya tidak pernah surut dan bahkan mengular untuk merasakan kenikmatan bakmi Shibitsu ini. Lokasinya ada di Jl. Raya Bantul.

Yang membuat bakmi ini berbeda dengan bakmi pada umumnya adalah warnanya yang terlihat lebih terang, Hal ini dikarenakan penggunaan kecap pada bakmi ini lebih sedikit. Anda bisa memilih menu mie kuning atau juga mie bihun. Selain memiliki rasa yang nikmat, dalam satu porsi mie ini juga ditambahkan dengan potongan daging ayam serta seledri yang dipotong kecil kecil. Ketika berada di sekitar Bantul jangan lupa untuk mencicipinya.

18. Nasi Goreng Beringharjo

Nasi goreng menjadi menu yang paling akrab dengan lidah orang Indonesia dan masih saja banyak penggemarnya. Di Indonesia sendiri anda bisa menemukan berbagai jenis nasi goreng dengan rasa yang begitu khas. Bagi anda yang ingin menikmati nasi goreng di kota Jogja, Nasi Goreng Beringharjo ini bisa menjadi pilihan. Tidak usah khawatir perihal rasa, sebab sejak tahun 1960 lalu nasi goreng ini sudah ada. Sehingga tidak diragukan lagi rasa nasi gorengnya.

Kuliner satu ini merupakan perpaduan dari Budaya Jawa dan China dalam rasanya. Bumbu yang digunakan lebih cenderung bumbu khas China. Dimana bawang putih menjadi bumbu yang menonjol dan juga kecap. Pada satu porsi makanan khas Yogyakarta ini, akan disajikan dengan berbagai tambahan bahan. Mulai dari daun seledri, irisan kol, potongan tomat, telur dadar hingga acar. Jika ingin menjajalnya, silahkan menuju daerah Pasar Beringharjo.

19. Sate Buntel

Jika anda sedang ingin menikmati sate yang berbeda, maka sate Buntel khas Jogja ini bisa jadi alternatif. Sate ini pertama kali dibuat Lim Hwa Youe di tahun 1948. Satre buntal berbahan dasar daging kambing yang teksturnya sedikit keras. Penemunya mencacah daging terlebih dahulu kemudian membuntel daging dengan lemak kambing. Makanan satu ini merupakan inovasi kuliner yang menjadikan masakan sederhana hingga nampak berkelas.

Karena menggunakan daging yang keras, maka dibutuhkan untuk melakukan pencacahan. Hal ini agar teksturnya yang keras bisa berubah menjadi lebih lembut dan juga mudah untuk dinikmati. Jika daging sudah dicacah dan kemudian dibalur dengan lemak kampung maka tinggal dibakar. Ada bumbu rempah khusus yang ditambahkan agar rasanya makin nikmat. Menariknya anda bisa menikmati sate buntel tanpa harus memisahkan tusuknya.

Sebab anda bisa langsung mengkonsumsi sate buntel ini langsung dengan nasi hangat. Saat memesan biasanya juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena dalam proses pembakaran menggunakan api yang sedang. Sehingga bisa matang hingga ke dalam dagingnya dan merata. Sate Buntel akan ditambahkan dengan bumbu kecap yang kental sehingga makin nikmat. Jangan sampai melewatkan wisata kuliner Yogyakarta satu ini.

20. Nasi Kucing

Nasi kucing dan angkringan merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dan anda akan dengan sangat mudah menemukan nasi kucing ini. Nasi kucing bukanlah nasi yang menggunakan daging kucing. Namun nasi yang porsinya kecil mirip dengan porsi untuk kucing. Meskipun porsinya tidak banyak tetapi nasi kucing memiliki lauk pauk yang terbilang lengkap. Wajar jika nasi kucing sangat digemari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Rasanya memang ada yang tidak tepat jika ke Jogja tidak berkunjung ke angkringan dan menikmati nasi kucing. Nasi kucing biasanya disajikan dengan sambal, oseng tempe dan juga ikan. Nasinya yang hanya sekepal ditambahkan dengan lauk kemudian dibungkus. Rasanya juga nikmat sehingga wajar jika menghabiskan satu bungkus tidak akan pernah puas. Nasi kucing ini bisa dengan bebas anda sandingkan dengan berbagai lauk.

Mulai dari gorengan, ayam, bacem hingga sate sekalipun. Anda tentunya tahu jika di angkringan tidak hanya menjual nasi kucing, ada berbagai macam gorengan dan tusukan. Angkringan memang lokasi paling pas jika anda ingin menikmati nasi kucing dengan khidmat. Harga yang ditawarkan untuk satu  bungkus nasi kucing ini juga sangat terjangkau. Satu bungkusnya biasanya dibandrol mulai dari Rp. 2 ribu hingga Rp.3 ribuan.

21. Geblek

Geblek merupakan panganan tradisional yang berasal dari Kulon Progo. Makanan sederhana ini dibuat dari bahan tepung tapioka dan juga bumbu tambahan seperti bawang dan garam. Meskipun bahan yang dibutuhkan sederhana, namun untuk membuatnya harus telaten. Tekturnya empuk dengan bagian luar yang garing. Geplek merupakan yang sederhana sekaligus menjadi Makanan enak di Yogyakarta ini dan wajib untuk dijajal.

Geblek memiliki warna putih bersih dengan cita rasa yang begitu gurih. Makanan satu ini sangat nikmat disantap ketika dalam kondisi yang masih hangat. Sebab jika dalam kondisi dingin teksturnya akan mengeras. Tidak hanya cocok dijadikan camilan, geblek juga bisa dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah. Namun jika dijadikan oleh oleh harus geplek mentah sehingga sebab bisa tahan sampai satu minggu. Dan yang digoreng hanya tahan satu hari saja.

22. Sego Abang Jirak

Sego Abang Jirak dari namanya, kuliner satu ini sudah unik dan mengundang rasa penasaran. Jika anda berkunjung ke Gunung Kidul, maka wisata kuliner anda akan lengkap jika mencicipi sego abang jirak ini. Makanan satu ini merupakan makanan yang legendari karena sudah ada sejak tahun 1945. Anda bisa merasakan nasi merah lengkap dengan aneka lauk yang menggugah selera. Anda akan merasakan pengalaman kulineran yang tak terlupakan.

Meskipun secara tampilan sego abang jirak ini sederhana, namun soal rasa tidak perlu diragukan. Anda bisa mendapatkanya di Jl. Semanu, Wonosari, Gunung Kidul. Dan nama warungnya Sego Abang Jirak dengan tampilan warung yang terlihat sederhana. Menariknya, warung ini sudah pernah mendapatkan kunjungi dari Presiden Joko Widodo. Wisatawan yang dari berbagai daerah juga tidak lupa untuk mampir dan menikmatinya.

Jika anda berniat menjajal wisata kuliner Yogyakarta ini biasanya akan disajikan dalam satu paket. Nasi merah akan didampingi dengan sayur lombok ijo, baceman dan oseng oseng. Lauknya bisa juga berupa ayam, tergantung selera anda. Rasanya yang lezat, tidak lantas membuat harga makanan ini menjadi mahal. Rata rata menunya dibandrol mulai dari Rp. 20 ribu hingga Rp. 50 ribu. Bisa dipastikan anda tak akan pernah menyesal mengunjunginya.

23. Geplak

Di Jogja memang masih mudah untuk menemukan jajanan tradisional yang rasanya juga tak bisa diragukan. Geplak menjadi salah satu panganan tradisional yang keberadaannya masih eksis hingga saat ini. Bahan baku geplak ini adalah kelapa parut dan dicampur tepung juga gula sehingga menghasilkan rasa yang manis. Awalnya geplak dibuat dalam satu warna saja yakni, putih. Dan seiring berkembangnya zaman kini hadir dengan berbagai warna dan terlihat lebih menarik.

Geplak merupakan panganan yang berasal dari Bantul. Pada zaman dahulu, geplak ini dijadikan sebagai makanan pengganti beras. Terutama ketika musim paceklik melanda bahan baku pembuatan geplak ini sangat melimpah. Sehingga masyarakat mencoba inovasi untuk bisa menghadirkan makanan yang bisa menggantikan nasi atau beras. Dan akhirnya terciptalah geplak yang kini juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Awalnya geplak ini hanyalah usaha rumah tangga saja. Karena keunikan yang dimiliki jajanan yang legit ini, membuat permintaannya terus meningkat. Hingga kini untuk mendapatkannya sangat mudah bahkan bisa dijadikan sebagai oleh oleh. Makanan khas Yogyakarta ini bisa tahan lama dan asal anda tahu akan sangat nikmat ketika dalam keadaan hangat. Hanya saja bisa mencobanya ketika anda berkunjung langsung ke sentra pembuatannya.

24. Kipo

Kipo dari namanya sudah terlihat keunikan dari makanan satu ini. Kipo merupakan yang berasal dari Kotagede yang juga masih dalam wilayah kota Jogja. Kipo biasanya dijadikan makanan pendamping dengan segelas kopi atau teh. Dibuat dari tepung ketan yang diberi warna hijau. Warna yang digunakan merupakan pewarna alami yang terbuat dari daun pandan. Bentuknya lonjong dengan tekstur legit dan rasanya yang manis.

Rasa manis ini didapatkan dari gula jawa yang dijadikan isian dengan campuran parutan kelapa. Menariknya cara memasak makanan satu ini menggunakan wajan tanah liat dan masih tradional. Kemudian memasaknya juga masih memakai arang. Tidak hanya bisa dijadikan sebagi kudapan, anda juga bia menjadikan teman perjalanan. Jikalau rumah anda tak jauh bisa menjadikannya sebagai oleh oleh hanya saja, kipo bisa tahan satu hari saja.

25. Entok Slenget

Entok atau itik yang masih dalam kategori unggas juga bisa diolah menjadi makanan yang lezat. Jika anda ingin merasakan makanan khas Jogja selain gudeg, maka entok slenget ini bisa menjadi pilihan. Entok ini dimasak dengan bumbu yang pedas dan sangat menantang lidah. Untuk memasak entok dibutuhkan keahlian khusus mengingat daging enthok terbilang alot. Dan kang Tanir penjual dari entok Slenget ini berhasil untuk mengolahnya.

Untuk mencicipi nikmatnya daging entok ini, anda bisa datang ke Pasar Agropolitan Pules. Di warung milik kang Tanir ini, anda bisa menemukan daging entok yang dijadikan utama. Ada juga bagian lain seperti ampela atau balungan yang juga diolah dengan rasa yang nikmat. Entok Slenget ini sangat nikmat jika dinikmati dengan nasi hangat. Bisa dijamin jika anda akan ketagihan dengan cita rasa yang dihadirkan pada olahan entok ini.

26. Soto Lenthok

Soto Lenthok merupakan salah satu makanan tradisional yang juga menggunakan daging ayam. Sebenarnya masakan ini mirip dengan soto bening pada umumnya. Dan yang membuatnya berbeda adalah adanya lethok. Lethok merupakan perkedel yang terbuat dari singkong. Dan anda bisa menemukan makanan satu ini di daerah Tugu Jogja maupun daerah Bantul, Imogiri atau Jejeraran. Rasanya akan semakin unik dengan Lethok ini.

27. Sate Kere

Yogyakarta termasuk daerah yang mempunyai banyak jenis sate. Seperti sate kere yang awalnya merupakan makanan rakyat jelata di masa lampau, selain di Solo sate kere juga banyak terdapat di Jogja. Karena rasanya yang unik dan nikmat membuat masakan khas Jogja ini begitu digandrungi dan digemari. Sate Kere terbuat dari gajih atau lemak sapi kadang juga menggunakan tempe gembos, yang kemudian ditambahkan dengan rempah rempah. Untuk menghidangkannya ditambahkan dengan sambal serta kecap manis.

28. Kicak

Kicak merupakan panganan tradisional yang mudah ditemui ketika bulan Ramadhan. Menariknya lagi anda hanya bisa menemukannya di daerah Kauman. Jajanan untuk berbuka ini adalah kolaborasi dari parutan kelapa, jadah dan juga gula. Agar lebih harum maka ditambahkan dengan vanili dan daun pandan sebagai toping. Rasanya yang gurih dan manis sangat cocok sebagai menu berbuka puasa dan bisa mengembalikan energi setelah seharian puasa.

29. Krecek

Ketika anda menikmati gudeg, maka rasanya tidak lengkap jika tidak ada krecek. Krecek ini memiliki rasa pedas dan juga gurih. Sambal krecek ini dibuat dari bahan kulit sapi yang sebelumnya dikeringkan lebih dahulu. Kemudian krecek baru dimasak dengan menambahkan berbagai bumbu dan rempah. Menikmati satu porsi gudeg sangat nikmat dengan tambahan krecek yang juga jadi kuliner khas Jogja ini.

30. Cenil Jogja

Di Jogja memang masih sangat mudah untuk menemukan jajan tradisional. Keberadaan jajanan ini masih tetap eksis dan memiliki penggemarnya sendiri. Sebut saja cenil, kudapan dari pati ketela pohon dan berwarna warni ini masih mudah didapatakn di Jogja. Cenil akan disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah yang dibuat seperti sirup. Teksturnya yang kenal dan memiliki rasa yang manis serta gurih dari parutan kelapa adalah perpaduan yang pas.

Makanan yang teksturnya lengket ini rupanya menyimpan filosofi di dalamnya. Cenil yang lengket dan cenderung susah dipisahkan ini merupakan simbol dari persaudaraan masyarakat Jawa yang erat dan sulit untuk dipisahkan. Biasanya cenil akan dibungkus dengan daun pisang yang dipincuk. Dan hal ini memiliki filosofi sebagai arti bersyukur dari pinten pineten cukup atai pincuk. Jajanan satu ini juga dibandrol dengan harga yang murah di pasaran.

31. Bakmi Pentil

Anda bisa menemukan makanan satu ini di daerah Bantul tepatnya di kec. Pundong. Mie pentil ini dibuat dari bahan pati ketela dan memiliki tekstur yang kenyal. Makanan tradisional bisa dengan mudah anda dapatkan di pasar tradisional. Jika dilihat dari tampilannya tak jauh berbeda dengan mie pada umumnya. Hanya saja tekstur mie satu ini lebih kenyal serta lebih gurih jika dikonsumsi.

Mie ini umumnya memiliki warna kuning atau putih dan disajikan dengan cara di sambal goreng. Kemudian ditambahkan dengan sambal serta bawang goreng agar makin lezat. Tidak hanya bentuknya yang unik, kuliner khas Yogyakarta ini memiliki proses yang juga unik. Bahan dasar lebih dahulu akan direbus serta diberikan bumbu. Kemudian mie akan diinjak sampai kalis. Meskipun demikian mie satu ini tetap higienis sebab dilapisi plastik.

32. Sego Ingkung

Makanan selanjutnya bisa dijadikan sebagai penutup wisata kuliner anda adalah Sego Ingkung. Sego ingkung merupakan kuliner dari daerah Pajangan, Bantul. Nasi yang digunakan adalah nasi gurih yang ditambahkan dengan santan dalam pengolahnhya. Kemudian ditambahkan dengan lalapan serta ayam ingkung. Ayam ingkung merupakan ayam utuh yang diberikan bumbu serta rempah khas dan cara memasaknya dikukus dengan santan.

33. Gudeg Jogja

Gudeg Makanan Khas Jogja

Inilah makanan yang bisa dibilang merupakan ikon dari kota Jogja, ketika menyebut kota Jogja pasti makanan pertama yang terlintas adalah gudeg. Gudeg ini merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar nangka muda atau gori. Membutuhkan waktu berjam-jam untuk memasaknya, dimana untuk bahan lain atau bumbu yang digunakan biasanya berupa santan, gula aren, dan aneka rempah seperti bawang merah dan putih, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam serta daun jati yang akan memberikan efek warna coklat kemerahan pada hasil masakannya.

Gudeg sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Yang membedakan dari keduanya adalah jumlah santan yang digunakan, yang mana untuk gudeg kering santan yang digunakan lebih sedikit dan gudeg basah tentu lebih banyak. Gudeg ini biasanya disajikan bersama dengan nasi putih, ayam goreng atau opor ayam, pindang telur, tahu, tempe dan sambel goreng krecek. Yang akan membuatnya semakin terasa nikmat ketika kita menyantapnya.

Makanan khas dari Jogja kebanyakan memiliki cita rasa yang manis. Olahan tradisionalnya juga masih eksis dan tidak tergerus jaman hingga saat ini. Menjadi hal yang wajar jika kota yang kental dengan seni dan budaya ini juga menjadi destinasi wisata kuliner yang tepat. Mengunjungi Jogja tidak hanya bisa menikmati berbagai tempat wisatanya, namun juga bisa menikmati kulinernya yang melimpah.

Leave a Comment